Kepengurusan Anggota Jemaat Dan Pengurus Di Gereja Pantekosta

Saat ini sudah bermacam-macam agama yang ada di Indonesia. Dari berbagai macam agama yang hadir di Indonesia ada aliran Kristen pentakosta yang manaUntuk jenis agama ini berbeda dengan Kristen pada umumnya seperti Katolik ataupun Protestan. Dan perkembangan Kristen pentakosta ini cukup pesat yang mana sudah banyak gereja pentakosta yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Tentunya kita tahu bahwa dalam setiap Gereja memiliki kepengurusan atau organisasi yang terbentuk di mana organisasi ini memiliki peran penting dalam kepengurusan gereja serta mengembangkan gereja menjadi lebih baik dan memiliki umat yang cukup banyak.

Dalam menjadi pengurus jemaat dan pengurus di gereja pentakosta maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi anggota jemaat GPI dan menjadi pengurus di gereja pentakosta. Dan syarat untuk menjadi anggota jemaat di GPI tak begitu sulit untuk penerimaannya. Dengan kehadiran jemaat baru yang dan sudah sering bergabung didalam setiap ibadah dan ikut terbeban oleh setiap layanan yang merupakan tanda orang tersebut sudah menjadi anggota gereja pentakosta Indonesia. Dan yang paling penting yaitu calon anggota jemaat bersedia mendaftarkan diri dengan dibaptis secara salam sesuai dengan firman Tuhan yang dilakukan oleh majelis atau pengurus Gereja setempat.

alt

Sedangkan untuk syarat menjadi pengurus Gereja yaitu seperti berikut ini :

• Sudah melakukan taubat.

• Sudah dibaptis secara Kristen dan baptisan air secara selam.

• Sudah dibaptis dengan baptisan roh kudus.

• Menjadi berguna bagi pribadi dan keluarga yang teladan bagi semua orang.

• Anak-anak Tuhan yang mentaati perintah Tuhan dan menjauhi larangan Tuhan.

Gereja pentakosta sendiri dalam menjalankan organisasi serta pelayanannya selalu bermusyawarah pada semua pengurus Gereja dan juga anggota jemaat gereja. Tahun gereja pentakosta akan memberikan kebebasan untuk semua jemaat gereja untuk berpartisipasi langsung di dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh Gereja. Dan untuk kebebasan disini yaitu setiap warga gereja bisa dengan bebas memilih pelayanan yang ada di gereja sesuai dengan bakat dan talenta dari karunia yang diberikan oleh Tuhan dengan mempersembahkan bagi kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus saja. Dan pada sistem pemerintahan di persekutuan gereja pentakosta indonesia secara umum dibagi menjadi tiga kelompok besar yang mana hal ini memiliki arti bagi pembangunan gereja serta kelangsungan gereja. Akan tetapi, seringkali dalam prakteknya terdapat beberapa bentuk variasi penggabungan dari sistem-sistem yang ada dahulu yang tentunya hal ini membuat seseorang sulit untuk mengidentifikasi secara spesifik sistem apa yang diterapkan oleh Gereja pentakosta.

Hal ini dikarenakan beberapa hal dari mereka menganut sistem episkopal namun pada aspek-aspek tertentu mereka menggunakan sistem yang lain Yang mana hal ini perlu untuk Anda ketahui sebagai seorang Kristen pentakosta dimana unsur tersebut memiliki arti besar dalam sistem pemerintahan gereja tanpa ada sistem yang benar dan berjalan seperti apa adanya tanpa menggunakan sistem maka hal ini akan membuat Gereja tidak berlangsung dengan baik dan membuat banyak jemaat yang merasa terganggu oleh adanya sistem yang Salah.

Itu sebabnya kini sudah hadir sistem kepengurusan untuk jemaat dan Pengurus Gereja yang tentunya hal ini memberikan suatu pemahaman bagi para pengurus dan juga kemaat untuk melakukan sesuai dengan apa yang sudah diperintahkan oleh Tuhan serta menjalankannya sesuai dengan yang diajarkan oleh Tuhan. Dengan adanya hal ini maka sistem pemerintahan di gereja akan berjalan dengan baik tanpa ada kesalahan atau hal apapun yang mengkhawatirkan.