Pembagian Sistem Dalam Gereja Pentakosta Yang Perlu Diketahui

Dimanapun tempatnya ataupun istrinya maka sebuah sistem menjadi hal yang penting yang mana Ini menjadi acuan bagi para pengurus atau orang yang tergabung di dalamnya dan mengikuti sesuai dengan apa yang sudah diberikan. Sama halnya dengan gereja pentakosta yang mana saat ini Gereja pentakosta sudah memiliki banyak jemaat yang tergabung dan hal itu tak terlepas dari adanya sistem dalam gereja yang cukup baik sesuai dengan pembagiannya masing-masing. Dan hal ini akan dijelaskan lebih lanjut melalui pembahasan mengenai gereja pentakosta.

Dalam sistem pemerintahan gereja pentakosta yang secara umum dibagi menjadi tiga kelompok besar yaitu kongrasional, Episkopal, Dan presbyterian. Akan tetapi di dalam prakteknya terdapat beberapa bentuk variasi penggabungan dari sistem-sistem yang telah ada.

Dan hal ini terkadang sulit bagi kita untuk mengidentifikasi secara lebih spesifik sistem apa yang diterapkan oleh suatu gereja pentakosta seperti dibawah ini:

Sistem Pemerintahan Episkopal.

Sistem yang pertama dalam Kristen pentakosta yaitu Episkopal yang mana nama ini diambil dari kata Yunani yaitu episkopos yang memiliki arti penilik. Dalam sistem ini menyatakan bahwa gereja diatur dan dipimpin oleh para Bishop. Untuk bentuk konkrit dari sistem pemerintahan gereja pentakosta ini berbeda dengan beberapa gereja seperti misalnya gereja Methodist yang mana Gereja dipimpin oleh seorang Bishop yang menjadi pemimpin tunggal di atas seluruh gereja lokal yang ada. Struktur yang lebih kompleks ada dalam gereja anglikan dan gereja Katolik Roma yang mana di gereja Katolik Roma dipimpin seorang paus namun memiliki sistem Keuskupan dalam wilayah yang tertentu.

Sistem Pemerintahan Kongresional.

Untuk sistem kongresional ini bisa dikatakan sebagai sistem independen dikarenakan sistem ini lebih menegaskan bahwa setiap gereja lokal merupakan suatu badan yang lengkap dan tidak tergantung dengan badan lain yang bahkan tidak memiliki hubungan pemerintah dengan gereja yang lain. Dalam sistem ini kekuasaan gereja sepenuhnya ada pada anggota jemaat yang memiliki kekuasaan untuk mengatur dirinya sendiri baik itu secara independen maupun penuh. Untuk otoritas pemerintahan gereja tidak terletak pada seseorang maupun perwakilan individu melainkan dari seluruh Jemaat lokal. 2 hal yang cukup ditekankan oleh sistem pemerintahan gereja pentakosta ini yaitu otonomi dan demokrasi. Para pejabat gereja merupakan jabatan fungsional untuk melayani Firman Tuhan dan mengajar atau melaksanakan urusan gereja. Jika terjadi komunikasi yang dikehendaki oleh Gereja sejenis maka mereka harus menyelesaikan dengan mengadakan Konsilii yang mana mereka hanya mengeluarkan pernyataan yang tidak mengikat satu dengan yang lainnya.

Sistem Pemerintahan Presbiterian.

Dan yang terakhir yaitu sistem presbyterian yang diambil dari kata Yunani tersebut dan memiliki arti penatua. Di dalam pemerintahan gereja dengan sistem ini setiap gereja lokal merupakan independen satu dan dari yang lainnya namun mereka diikat oleh suatu ketentuan yang normatif dan pengakuan iman yang sama. Pada sistem ini lebih menegaskan kepada bahwa setiap jemaat bisa melakukan pelayanan sendiri yang dipimpin oleh Pendeta termasuk memanggil pendeta yang di mau yang ditemukan oleh Presiden RI terdiri dari pendeta dan penatua yang mewakili gereja lokal.

Itulah sistem-sistem yang terdapat dalam Gereja pentakosta yang bisa Anda ketahui. Contohnya sistem-sistem yang diterapkan memiliki perbedaannya masing-masing yang mana hal ini sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh jemaat dalam menentukan sistem apa yang ingin digunakan dalam melakukan suatu gereja pentakosta.