Perkembangan Teologi Gereja Pentakosta Di Indonesia

pentakosta merupakan hari yang penting baik dalam perjanjian baru maupun erjanjian lama.Dan pada pentakosta sebenarnya merupakan kata Yunani yang merujuk pada sebuah perayaan yang dikenal di dalam Perjanjian Lama Sebagai hari raya 7 minggu (Ul 16.9). Untuk kata pentakosta sendiri secara harfiah artinya yaitu 50 yang merujuk di 50 hari yang telah berlalu semenjak persamaan Paskah. Dan hari raya 7 minggu merayakan masa berakhirnya panen gandum. Untuk teologi yang diajarkan oleh pentakosta sendiri yaitu seperti setiap orang dalam kelompok harus percaya dan mencari pimpinan Roh Kudus. Lalu harus kembali kepada kebaktian Serta Penyembahan yang sederhana atau sama dengan gereja yang mula-mula di zaman para rasul.

Untuk orang percaya harus memisahkan diri dari adanya sifat-sifat duniawi. Sedangkan baptisan merupakan orang yang sudah percaya dan bukan baptisan bayi. Orang yang percaya menunggu kedatangan Tuhan Yesus dalam bentuk tubuh yang kelihatan dan memerintahkan kerajaan 1000 tahun dalam keadaan damai. Untuk istilah Full Gospel pada aliran pentakosta mengajarkan adanya baptisan Roh Kudus, hidup suci, kesembuhan, dan bahasa roh. Sedangkan keunikan dari pentakosta yaitu lapisan Roh Kudus perlu ditandai dengan fenomena bahasa roh.

alt

Gerakan ini cukup cepat menyebar di berbagai wilayah Amerika Serikat serta negara lainnya yang menurut data di tahun 1972 para pengikut aliran pentakosta di seluruh dunia sudah mencapai 20 juta umat. Untuk perhitungan konservatif pada penganut pentakosta di seluruh dunia di tahun 2000 diperkirakan mencapai 150 juta umat. Dan perkiraan lainnya menyebutkan jumlahnya hampir 400 juta umat.

Gerakan pentakosta sendiri berkembang dengan pesat dikarenakan hal-hal berikut ini :
• Adanya pengalaman supranatural atau mukjizat serta bahasa roh dan kesembuhan Ilahi.

• Adanya sifat non denominasi pada mulanya pentakosta merupakan gerakan dalam gereja yang digunakan Tuhan untuk menyegarkan gereja. Hingga akhirnya didirikanlah misi sendiri.

• Gereja pentakosta berkembang di kalangan orang-orang sederhana yang mana hal ini menjadikan cukup banyak jemaat yang ikut bergabung dalam gereja pentakosta.

• Misi dan adanya pengabaran Injil.

• Ada banyak ribuan orang yang merasakan mujizat ketika zaman Yesus dan para rasul dahulu kala yang terjadi di kebaktian masa dan kesembuhan Ilahi. Disini kuasa Tuhan akan merangkul Para jamaah yang mana banyak jemaat yang merasakan mukjizat yang diberikan tuhan melalui kesembuhan yang ada dalam diri mereka seperti orang dijamah Tuhan ketika melihat orang mati bangkit, orang buta bisa melihat, orang lumpuh disembuhkan sehingga bisa berjalan dan meloncat kesana kemari, memuji Tuhan dan Mengelu-elukan Tuhan serta berbagai aktivitas lainnya yang dilakukan saat kebaktian.

• Musik dan pujian, kekuatan dan kedamaian, meloncat, bertepuk tangan, berdoa, menangis keras, berbahasa roh.

• Memberikan suatu angin segar dalam suatu ibadah dan penginjilan.

• Membuat para jemaat bersemangat dan rindu akan Tuhan sehingga mereka bisa berekspresi secara bebas dan memuji-muji nama Tuhan Yesus.

Tentunya dengan adanya gereja pentakosta ini memberikan suatu angin segar bagi para jemaat serta orang yang percaya kepada Tuhan Yesus sehingga mereka bisa berjalan bersama roh kudus dan mengikuti sesuai dengan ajaran tuhan Yesus sebagaimana di dalam Firman Tuhan menyebutkan bahwa siapa yang berjalan bersamaku maka ia akan hidup dalam surga.
Dengan adanya hal ini Tentunya bisa menjadi suatu keyakinan dan pengharapan bagi umat Kristiani untuk percaya akan iman dan kepercayaan dalam suatu Agama sesuai dengan yang diinginkan oleh Tuhan Yesus.